Menu Tutup

Tuban – Menanggapi surat dari BMKG Tuban perihal monitoring musim kemarau serta laporan kekeringan dari camat di seluruh wilayah Kabupaten Tuban, Sekretaris Daerah yang diwakilkan oleh Kalaksa BPBD Tuban memimpin rapat koordinasi untuk membahas langkah yang harus diambil selama musim kemarau yang masih berlangsung hingga akhir bulan Oktober. Rapat koordinasi ini diselenggarakan tanggal 23 September 2021 di Ruang Rapat Setda Kabupaten Tuban (RA Aryo Tejo).

Melalui rapat ini, BMKG Tuban menyampaikan perkembangan musim kemarau 2021 yang disampaikan oleh Kepala Kelompok Operasional BMKG Tuban Zumrotul Unsyuriah. Dalam penyampaiannya disebutkan bahwa Tuban sudah memasuki musim kemarau sejak April hingga saat ini dan telah melewati puncak musim kemarau yang jatuh pada bulan agustus lalu. Dari pengamatan hujan yang dilakukan di Stasiun Meteorologi Tuban, memang terjadi penurunan curah hujan sejak bulan April lalu. Serta diketahui bahwa Kecamatan Senori merupakan wilayah yang mengalami hari tanpa hujan terpanjang yaitu sekitar 21-30 hari. Untuk indeks kekeringan, Zumrotul menyebutkan bahwa wilayah Tuban masih dalam kondisi normal.

Dalam rapat koordinasi itu, para camat menyampaikan keluhan warga perihal kurangnya pasokan air dan gagal panen selama musim kemarau. Camat parengan misalnya meminta agar warganya dapat diberi akses untuk pengambilan air tanah seperti di Tuban Kota agar saat kemarau tidak perlu mengandalkan dropping air lagi. Sekretaris Camat Bancar juga menanyakan bagaimana dengan warga yang mengalami kegagalan panen akibat kemarau dan mempertanyakaan apakah ada kompensasi dari pemerintah setempat. Camat Grabagan juga memohon agar ada pengembangan aliran PDAM dari Rengel/Semanding untuk dialirkan ke Grabagan

Menanggapi hal tersebut Kalaksa BPBD menyebutkan bahwa BPBD telah melakukan survey titik-titik air dan akan dilakukan pengeboran dengan bantuan dari BPBD Provinsi. Perihal gagal panen, hal tersebut akan dilanjutkan koordinasi dengan Dinas Pertanian. PDAM menanggapi bahwa sudah dibuatkan 3 profil tank yang diambil dari sumber air Rengel-Ngerong dan 5 sumur khusus Grabagan namun tetap tidak bisa mencukupi kebutuhan air di wilayah Grabagan. Selanjutnya, BPBD menengaskan bahwa proses dropping air akan dilaksanakan kembali pada tanggal 27 September 2021.

Mengakhiri rapat koordinasi Kepala Stasiun Meteorologi Tuban, Zem Irianto memberikan himbauan kepada seluruh peserta rapat untuk waspada terhadap kejadian cuaca ekstrim selama musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Beliau menyebutkan bahwa Tuban akan memasuki musim hujan pada bulan November dasarian I (Tanggal 1 -10), sehingga Tuban akan melewati masa peralihan yang banyak menyebabkan cuaca ekstrim seperti hujan lebat dan angin kencang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *