Peran Fisioterapis: Rehabilitasi Fisik di Rumah Sakit

 

Peran Fisioterapis: Rehabilitasi Fisik di Rumah Sakit

 

Fisioterapi adalah profesi kesehatan yang tak terpisahkan dari proses pemulihan pasien di rumah sakit. https://hospitaldelasierra.com/  Seringkali, fokus utama tertuju pada dokter dan perawat, padahal peran fisioterapis sangat krusial dalam mengembalikan fungsi fisik dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Mereka tidak hanya membantu pasien pasca-operasi, tetapi juga menangani berbagai kondisi medis lainnya, mulai dari masalah neurologis, cedera muskuloskeletal, hingga gangguan pernapasan. Fisioterapis adalah mitra strategis yang bekerja sama dengan tim medis lain untuk memastikan pemulihan yang komprehensif.


 

Fisioterapi sebagai Jantung Pemulihan Pasien

 

Di lingkungan rumah sakit, fisioterapis memiliki tanggung jawab yang luas. Salah satu tugas utama mereka adalah melakukan asesmen (penilaian) menyeluruh terhadap kondisi fisik pasien. Ini mencakup pemeriksaan kekuatan otot, rentang gerak sendi, keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan fungsional lainnya. Dari hasil asesmen ini, fisioterapis akan menyusun program rehabilitasi yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan spesifik setiap pasien.

Program ini bisa melibatkan berbagai modalitas terapi, seperti:

  • Latihan Terapeutik: Gerakan yang dirancang khusus untuk mengembalikan kekuatan otot, fleksibilitas, dan daya tahan.
  • Terapi Manual: Teknik-teknik tangan, seperti pijatan atau mobilisasi sendi, untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan rentang gerak.
  • Elektroterapi: Penggunaan alat-alat seperti TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) atau ultrasound untuk mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan jaringan.
  • Hidroterapi: Latihan di dalam air yang memanfaatkan daya apung untuk mengurangi beban pada sendi.

 

Rehabilitasi Pasca-Operasi dan Cedera

 

Salah satu area kerja fisioterapis yang paling umum di rumah sakit adalah rehabilitasi pasca-operasi. Setelah menjalani operasi besar, seperti penggantian sendi panggul atau lutut, pasien sering kali mengalami keterbatasan gerak dan nyeri. Fisioterapis akan membimbing mereka melalui tahapan pemulihan, mulai dari melatih cara duduk, berdiri, hingga berjalan kembali dengan aman. Tanpa intervensi fisioterapi yang tepat, risiko komplikasi seperti kekakuan sendi dan atrofi otot bisa meningkat.

Selain itu, fisioterapis juga berperan penting dalam menangani cedera traumatik, seperti patah tulang atau cedera ligamen. Mereka membantu pasien mengelola rasa sakit, mencegah kekakuan, dan secara bertahap mengembalikan kekuatan dan fungsi area yang cedera.


 

Peran Fisioterapi dalam Kondisi Medis Kronis

 

Fisioterapi tidak hanya terbatas pada cedera akut. Mereka juga sangat diperlukan dalam manajemen kondisi medis kronis. Contohnya, pada pasien dengan stroke, fisioterapis bekerja untuk mengembalikan fungsi motorik yang hilang, melatih keseimbangan, dan mengajarkan cara berpindah dari tempat tidur ke kursi roda, atau sebaliknya. Tujuannya adalah agar pasien bisa kembali mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Pada kasus penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau pasien yang dirawat di ICU, fisioterapis pernapasan memberikan bantuan untuk membersihkan jalan napas, melatih teknik pernapasan yang efektif, dan meningkatkan kapasitas paru-paru. Intervensi ini sangat penting untuk mencegah komplikasi pernapasan dan mempercepat proses penyapihan ventilator.

Secara keseluruhan, peran fisioterapis di rumah sakit adalah memastikan bahwa setiap pasien tidak hanya sembuh dari penyakitnya, tetapi juga dapat kembali berfungsi optimal. Mereka adalah jembatan yang menghubungkan kondisi sakit dengan pemulihan yang berkualitas, memberikan harapan dan dukungan fisik sepanjang perjalanan kesembuhan pasien.