Menu Tutup

Tuban – Sebagai kelanjutan dari rangakaian kunjungan sebelumnya, pada tanggal 21 – 22 September 2021 BMKG Tuban mendatangi kantor BPBD Lamongan dan Bojonegoro. Kunjungan ke kedua kantor ini masih didampingi oleh Kepala Stasiun Meteorologi Tuban membawa beberapa staff dari bidang Data dan Informasi, Observasi dan Keuangan/Tata Usaha. Kunjungan BMKG Tuban ke BPBD Lamongan dan Bojonegoro memiliki tujuan yaitu penyampaian informasi Prakiraan Awal Musim Hujan 2021/2022 dan Koordinasi wilayah rawan bencana.

Dalam kesempatan ini, Zem Irianto menyerahkan berkas Prakiraan Awal Musim Hujan wilayah Bojonegoro dan meminta peta rawan bencana sebagai data pendukung untuk penambahan alat pengamatan sesuai dengan yang direncanakan oleg BMKG. Menurut BPBD Lamongan yang diwakilkan oleh Sekretaris BPBD Lamongan yaitu Zaini, wilayah Lamongan sangat rawan terjadi banjir jika di wilayah selatan curah hujan  tinggi dan wilayah utara sedang pasang. Tetapi saat ini sudah ada pompa air sehingga banjir tidak berlangsung lama.

BPBD Lamongan juga menyebutkan bahwa informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh masyarakat Lamongan karena wilayahnya yang rawan banjir. Selain itu, BPBD Lamongan juga siap memberikan data rawan bencana di wilayahnya sebagai data dukung untuk BMKG melakukan instalasi alat observasi baru atau sistem peringatan dini. Baik BMKG maupun BPBD Lamongan siap melakukan kerjasama dan koordinasi perihal penyebaran informasi MKG di wilayah Lamongan.

Hari berikutnya tepatnya tanggal 22 September, BMKG Tuban melanjutkan kunjungannya ke BPBD Bojonegoro. BPBD Bojonegoro yang diwakilkan oleh salah satu staff yaitu Edi mendengar pemaparan dari BMKG mengenai prakiraan musim hujan. Menanggapi  rencana BMKG melakukan penambahan alat pengamatan di Bojonegoro didukung baik oleh BPBD karena di bagian selatan Bojonegoro belum terpasang peralatan pengamatan meteorologi.

Kemudian mengenai wilayah rawan bencana, BPBD Bojonegoro menyebutkan di wilayah perbukitan cukup sering terjadi kebakaran hutan pada musim kemarau sehingga menyebabkan hutan gundul. Hal ini berdampak pada musim hujan dimana sangat rawan terjadi longsor dan banjir bandang akibat kegundulan hutan ini. Sehingga wilayah tersebut patut diperhatikan dan menjadi target instalasi alat pengamatan meteorologi dari BMKG.

Kunjungan BMKG Tuban ke BPBD dari dua wilayah tersebut berjalan lancar dan tentunya semakin mempererat hubungan kedua instansi ini, selain itu kerjasama juga akan direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai keamanan masyarakat dari bencana. (Alia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *